5 nilai budaya dan 18 prilaku utama Penyuluh…

                     5 nilai budaya dan 18 prilaku utama Penyuluh Kehutanan
                                     Oleh : Usep Witarsa SP MM (PKA Banten)*


Budaya ketimuran dikenal dengan kesantunan dan kesopanan dalam tatakrama kehidupan bermasyarakat, ini terlihat dari komunikasi yang sangat beraturan dengan tutur kata yang penuh tatakrama kesopanan, melihat siapa yang menjadi lawan bicara. Contoh yang dapat diambil adalah suku-suku atau adat istiadat daerah selalu menjunjung tinggi dan sangat menghargai peranan kepala suku atau kepala adat untuk  dijadikan panutan.  Ini pula yang menjadi modal dasar kebersamaan  untuk hidup rukun  dan bergotong royong dalam menghadapi situasi yang menganggu jalannya tatanan keduhidupan bermasyarakat. Kondisi ini masih terjadi di daerah pedesaan dan sudah sangat jarang terjadi di perkotaan.

Sasaran Penyuluhan Kehutanan adalah masyarakat desa yang ada dilingkungan sekitar hutan atau lingkungan yang dinilai berpengaruh terhadap rusaknya lingkungan, maka peyelenggaran penyuluhan sebagai sarana penyebaran informasi menjadi penting dalam rangka memotivasi masyarakat dalam mengelola lingkungan, oleh  karena itu perlu    berbagi untuk bersama-sama memperhatikan pengguna lingkungan, supaya berminat dan berpartisipasi dalam melaksanakan misi penyelamatan  lingkungan, sehingga dimasa yang akan datang  mewariskan ke generasi berikutnya tata lingkungan yang baik.

Peraturan Pemerintah No. 10 tahun 1979 dan PP 53 tahun 2010  mengatur tentang penilaian kinerja pegawai yang tertuang pada Daftar Penilain Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) Pegawai Negeri Sipil (PNS). Yaitu sebagai  raportnya   aparatur pemerintah menjadikan bukti karya dalam melaksakan  tugas yang di emban oleh para PNS , sehingga dapat terlihat dan dapat mengevaluasi atas kemampuan melaksanakan tugasnya. Angka yang tertuang dalam DP3 tersebut adalah nilai kemampuan kerja yang dilakukannya, semakin tinggi nilai DP3 maka cenderung yang bersangkutan memberikan kinerja lebih baik , tentu saja sesuai hasil penilaian atasannya. PP.54/20013 tentang sasaran Kerja  Pegawai ( SKP) telah digulirkan bahwa prestasi kerja dapat dinilai secara mandiri memalaui angka kredit oleh aparatur yang bersangkutan, dan pimpinan hanya menilai 40 % hasil kerja bawahnya. Hal ini  termasuk kita para Penyuluh Kehutanan yang berkiprah dilapangan untuk terus membangun  pedesaan dari sector kehutanan dan penyelamatan lingkungan, tentunya   para Penyuluh Kehutanan berharap mendapat pengakuan dan   perhatian dari pinpinan maupun masyarakat. untuk itu penulis mencoba beberapa tips yang diadopsi dari slogan yang tertuang dalam baliho di salah satu sudut ruangan pemeriksaan kesehatan RSCM Jakarta antara lain :

  1. Profesionalisme : prestasi yang diraih oleh seseorang adalah keberhasilan dalam melaksanakan tugas atau misi yang menjadi tanggung jawabnya. Penyuluhan Kehutanan  adalah tugas profesi Penyuluh Kehutanan untuk membangun bangsa dan Negara  dari sector kehutanan agar masyarakat sejahtra. Apa yang harus dilakukan agar menjadi penyuluh Kehutanan yang professional?
  1. Kompeten yaitu pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh Penyuluh Kehutanan sesuai dengan kemampuan dan kesanggupannya artinya tidak boleh dipaksakan melakukan suatu pekerjaan diluar kemampuan tanpa didukung ilmu pengetahuan yang memadai, oleh karena itu penyuluh yang professional harus memiliki kemampuan sesuai kompetensi, sebagai contoh kemampuan Penyuluh Kehutanan dalam menguasai teknologi kehutanan dalam pembuatan pembibitan tanaman kehutanan, maka tentu saja sebagai peyuluh yang professional memilki kemampuan dalam membuat persemaian dan menjadi seorang ahli dan special dalam pekerjaan pembuatan persemaian .Jatau keahlian lain seperti budi daya jamur Kayu, Perlebahan, Konservasi dll
  2. Bertangung Jawab, artinya segala pekerjaan yang menjadi bidang tugas Penyuluh Kehutanan harus dapat dipertanggung jawabkan baik secara teknis maupun dampak moral sasaran penyuluhan, karena bila terjadi penyimpangan dan kegagalan perlu di carikan solusi pilihan alternative agar tidak berakibat kerugian baik ekonomi maupun lingkungan.
  3. Memberikan yang terbaik adalah  hal yang harus diperhatikan, karena dengan menyampaikan sesuatu yang terbaik diharpakan dapt memberikan dampak positif dan memeberikan hasil unggulan secara ekonomi untuk kesejahtraan maupun keunggulan keberhasilan penataan lingkungan yang lestari.
  1. Integritas adalah perjanjian untuk berkomitmen dengan diri sendiri maupun pinpinan untuk melaksnakan pekerjaan atau tugas sesuai aturan dan prundangan yang berlaku, sehingga menghindarkan diri dari upaya yang mengarah kepada kerugiaan seseorang atau lembaga maupun Negara. Maka dukungan yang paling baik agar memiliki integritas yang tingi antara lain :
  1. Jujur , Kejujuran adalah prilaku yang patut dibanggakan , karena dengan jujur dapat memberikan rasa yang nyaman bagi diri sendiri dan akan mendapatkan kepercayan berbagai hal yang menyangkut pekerjaan maupun yang terkait dengan kemasyarakatan, bahkan dalam mendukung usaha/bisnis kejujuran memegang peranan yang penting.
  2. Disiplin adalah tindakan kewajiaban aparatur agar mentaati aturan yang telah ditetapkan sehingga dalam melaksanakan tugas mengacu kepada tugas pokok dan fungsi , tidak melanggar aturan sehinga merugikan diri sendiri maupun orang lain baik fisik maupun psikis
  3. Konsisten, berkesinambungan memberikan sesuatu menjadi harapan bagi sasaran penyuluhan oleh karena itu secara terus menerus berhubungan dalam suatu tatanan kegiatan pembangunan, khususnya dalam pembangnan kehutanan jangan sekali-kali menyimpang dari rencana yang telah disepakati.
  4. Menjungjung tinggi moral, etika dan kemanusiaan. Keangkuhan, kesombongan dan tinggi hati  adalah sifat yang tidak boleh dimiliki oleh penyuluh Kehutanan, karena akan mendorong kesewenang-wenangan dalam bertindak, merasa yang paling mampu dan bisa mengatasi berbagai hal, itu akan merusak hubungan baik yang telah terjalin dengan baik. Oleh karena itu seorang penyuluh hendaknya menjaga moral agar tidak tercela, tingkah laku dan ucapan menggunakan  tutur kata yang sopan memperlihatkan etika yang baik dan disenangi, tentunya perlu mendapatkan perhatikan dan senantiasa dijungjung tinggi agar tujuan dan sasaran dari penyuluhan kehutanan dapat memperoleh hasil yang terbaik

 

  1. Kepedulian, tindakan nyata dalam melaksanakan tugas, seyogyanya dibarengi dengan ketulusan hati, sehingga dengan rasa yang ihlas akan memberikan kenyamanan dan berharap mendapat pahala karena melaksnakan tugas di niati untuk menyelamatkan lingkungan, maka sangat dibutuhkan kepedulian yang tingi, kepedulian ini dapat dilihat dari beberapa perubahan sikap antara lain :
  1. Proaktif, yaitu Penyuluh Kehutanan dalam bertugas tidak menunggu perintah apalagi menunggu program yang berbantuan berharap mendapatkan insentif. Penyuluh Kehutanan telah berkedudukan sebagai PNS. Oleh karena itu hendaknya jemput bola atau pro aktif dalam melaksanakan suatu tindakan yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.
  2. Tanggap, artinya dengan sigap menyelesaikan permasalahan apabila terdapat keluhan dari sasaran penyuluhan, untuk segera melakukan tindakan sesuai kebutuhan, jangan membiarkan keluhan berlanjut, sehingga mendapatkan kesan tidak menanggapi phenomena yang dihadapi.
  3. Ramah, artinya memberikan kesan yang penuh ke akraban, komunikasi dengan meperlihatkan wajah yang tulus   akan memberikan kesan dan penilain yang baik , sehingga keramahan dalam bertingkah laku dan tutur kata memberikan nilai tambah dalam hubungan kepribadian dilingkungan sasaran penyuluhan.
  4. Bersahabat, artinya hubungan kepribadian yang memberikan kesan dapat membantu dan menyampaikan serta menerima  curahan hati, bergerak sejalan dan sehati untuk mencapai suatu tujuan yang bersifat tidak rahasia.
  5. Saling menghargai, yaitu segala tingkah laku atau  ucapan yang sekiranya kurang tepat, maka janganlah berkomentar ataupun memberikan tanggapan yang membuat seseorang tersinggung perasaanya.
  6. Bekerja sama, yaitu suatu prilaku ataupun tindakan yang sekiranya terbatas kemampuanya, maka dengan batuan orang lain akan dapat meringankan beban yang menjadi tanggung jawabnya.
  1. Penyempurnaan dan berkesinambungan, yaitu segala sesuatu yang berkaitan dengan pekerjaan yang menjadi anggung jawabnya, perlu dievaluasi agar mendapatkan informasi , guna penangnan lanjutan bila ada permaslahan yang perlu segera di tangani , maka  suatau kegiatan yang sedang berjalan dapat termonitor dan mendapatkan rumusan tindak lanjut , maka hendaknya    :
  1. Kreatif, yaitu  Menyampaikan informasi agar mudah difahami dan dapat diselenggrakan oleh sasaran , perlu adanya upaya untuk menarik perhatian dengan cara yang mudah dan murah tetapi berdampak luas
  2. Inovatif, yaitu mengembangkan teknologi baru yang mutahir dengan mengguakan alat yang sederhana dan dapat digunakan dengan mudah dengan hasil yang menguntungkan baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan.
  3. Keterbukaan yaitu menyampaikan informasi yang sejelas-jelasnya agar tidak menimbulkan kecurigaan dan dugaan negative terhadap suatu informasi , maka sasaran penyuluhan diharapkan menerima informasi yang gambling dan komprehensif.
  1. Belajar dan Mendidik. Yaitu salah satu fungsi penyuluhan adalah media belajar dan mendidik, dimana proses belajar dan mengajar adalah  suatu proses timbale balik dan tukar menukar informasi, maka belajar  orang  dewasa (andargogik) pilihan yang tepat untuk mendidk dan melatih pelaku utama sasaran penyuluhan, hal ini terkait dengan adanya sasran penyuluhan yang heterogen baik dari usia tingkat pendididkan dan tingakt sosial ekonominya, agar proses andragogik ini mencapai sasaran semestinya memperhatikan  :
  1. Belajar berkesinambungan yaitu proses belajar yang terus menerus karena tidak ada yang pintar sejak lahir, tetapi sejalan dengan perkembangan dan kemampuan dari seseorang, maka perubahan sikap atas berubahnya pengetahuan akan mendorong kedewasaan seeorang untuk bertindak dan berfikir positif, oleh karena itu terus   belajar untuk mendapat pengetahuan dan kemampuan adalah upaya mengumpulkan bekal untk  kelangsungan hidupnya.
  2. Mendidik dengan santun, yaitu teknik mengajar dan menyampaikan informasi dengan lemah lembut, tutur kata yang menyejukan sasaran penyuluhan, maka upaya melatih sasaran penyuluhan agar memahami perannya sebagai pelestari lingkunga tidak merasa diikte atau dipaksa, tetapi akan mendorong hatinya melasksnakan suatu kegiatan pelestarian lingkungan secara sadar dan mandiri.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan menjadi bahan renungan baik bagi penulis maupun pembaca untuk mendorong niat hati secara ihlas melaksnakan tugas sebagai aparatur pemerintah dengan bersunggu-sunguh untuk mengabdi kepada bangsa dan Negara.

Penulis

*) Penyuluh Kehutanan BKPP Banen